Postingan

Sebuah Catatan Hati Yang Belum Kau Ketahui

Gambar
      Aku tidak tau, bagaimana mekanisme rasa cinta dapat tumbuh tanpa perlu diminta, merekah tanpa perlu di paksa dan seolah semesta mendorongku untuk lekas lelap dalam pelukmu. Kini aku seperti pekelana ulung tanpa alat navigasi, karena hati akan tetap menuntunku kehadapanmu dengan seonggok pinta yang kuharap akan kau amini. Ini tampak seporadis, rasa yang egois sekaligus apatis. Aku ingin mengatakannya sedari dulu, tapi aku merasa terlalu siang untuk mengucap aku sayang padamu.      Namun kali ini, dengan segenap-genapnya hati. Kuhantar rasaku yang sempat terlantar di lorong waktu. Kupasrahkan semua padamu. Entah kau anggap ini sebuah malapetaka ataukah anugrah, aku siap menanggung resikonya, sekali lagi aku ulang, maukah kau menerima rasaku?      Iyan menyudahi sebuah narasi curhatan tentang isi hatinya yang ia tulis di blog pribadinya. Jemari jempolnya  meng-klik tombol unggah dengan mencantumkan foto perempuan yang iyan...

Kumpulan Puisi | Meditasi Rasa

Gambar
Puisi ; engkau, kiai Detak jam dinding semakin tegas Nan dengung di telinga jadi latar kesunyian Mebingkai puisi yang aku tulis perihal engkau kiai Pena tertatih – tatih menulis ke besaranmu Semesta akan mengutuk jika puisi yang aku tulis tak sesuai dengan sosok dirimu yang teramat kama Majas apa yang tepat untuk meng-qiyas-kan dirimu Akan menghabiskan banyak tinta, derai detik dan peras imaji agar puisi berujung padmarini tentang sosokmu Kiai, engkau adalah puisi yang tak berawalan dan tak berujung (2021) Aku malu padamu mak Jemari kasarmu Guratan kerut di wajahmu Serta memutih rambut mu Aku malu padamu mak  Di usiaku yang kian matang Aku tak sanggup mengganti daster lusuh yang kau kenakan  Dan kopyah bapak yang menguning oleh perasan peluh Bahkan tak ada uang sepeser pun dariku tuk sekedar membeli lauk dan bumbu dapur Ingin aku merantau Tapi apalah arti kaya, mengirimkan banyak uang jikalau selepas tidur tak ku dapati senyum satu senti pun di bibirmu mak Aku ingi...

Mengenal Sosok Sang Kesatria Kuda Putih

Gambar
     KHR. As'ad Syamsul Arifin atau yang lebih dikenal Sang Kesatria Kuda Putih adalah anak seorang ulama besar dari tanah Jawa (KHR. Syamsul Arifin). Beliau adalah Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur. Sama seperti ayahandanya, buah yang jatuh memang tak akan jauh dari pohonnya. Kiai As'ad juga adalah seorang ulama besar di Indonesia sekaligus tokoh dari Nahdlatul Ulama dengan jabatan terakhir sebagai Dewan Penasihat (Musytasar).      Beliau adalah penyampai pesan (isyarah) yang berupa tongkat disertai ayat Al-qur'an dari Syaichona Khalil Bangkalan untuk Kiai Hasyim Asy'ari yang merupakan cikal-bakal berdirinya ormas Islam (Nahdlatul Ulama) terbesar di Indonesia hingga sampai saat ini.      Anak pertama dari pasangan Raden Ibrahim (yang kemudian lebih dikenal dengan nama KHR. Syamsul Arifin) dan Siti Maimunah ini meninggal pada tanggal 4 Agustus 1990 di Situbondo pada umur 93 ta...